“Ini menjadi wadah yang sangat baik bagi para pelajar dan mahasiswa untuk memahami persoalan lingkungan sekaligus ikut terlibat dalam mencari solusi yang berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Belitung, Syamsir, memberikan apresiasi tinggi kepada Politeknik Belitung yang dinilainya mampu menjalankan fungsi kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus agen perubahan sosial.
“Ini langkah luar biasa. Melalui kegiatan seperti ini, kampus menunjukkan perannya dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan daerah,” ujar Syamsir.
Ia juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar tetap optimistis menempuh pendidikan tinggi di Belitung.
“Anak-anak yang hadir hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Jangan pernah berkecil hati untuk tetap berkuliah di Belitung,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Syamsir menyinggung posisi Belitung sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang dalam sektor pertambangan. Menurutnya, pengelolaan lahan pasca tambang harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia menilai, berbagai lahan bekas tambang yang selama ini dimanfaatkan untuk budidaya perikanan memiliki potensi untuk dikembangkan ke sektor-sektor produktif lainnya. Selain itu, hilirisasi sektor pertambangan juga perlu didorong agar mampu menciptakan nilai tambah ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan baru.
Tak hanya itu, Syamsir juga menyinggung rencana penataan ruang kota yang akan dilakukan pemerintah daerah, termasuk pemindahan sejumlah kawasan strategis seperti pelabuhan dan area Pertamina yang saat ini berada di tengah kawasan permukiman warga.





















Komentar