Menurutnya, komunikasi dengan pemilik lahan bisa dilakukan untuk mencari solusi yang saling menguntungkan.
“Bagaimana agar supaya dermaga tersebut bisa terbangun,” katanya.
Edyar menyebut, kawasan tersebut juga sudah memiliki jalan yang merupakan milik pemerintah daerah.
Sementara mengenai bentuk pembangunan dermaga, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah.
Apakah dilakukan penimbunan.
Apakah dibangun ruang tunggu.
Atau dermaga diperpanjang.
Menurut Edyar, hal tersebut merupakan persoalan teknis.
“Apakah nanti dermaga tersebut ada penimbunan, ruang pembangunan ruang tunggu, atau diperpanjang dan lain sebagainya, itu bicara teknis oleh pemerintah daerah sendiri,” katanya.
Yang terpenting, kata dia, masyarakat membutuhkan dermaga yang layak.
Sebab, aktivitas ekonomi warga sangat bergantung pada akses transportasi tersebut.
Terlebih Pulau Seliu memiliki visi untuk berkembang sebagai destinasi wisata.
“Harapan kami dibangunnya dermaga tersebut supaya ekonomi masyarakat Pulau Seliu tumbuh dengan baik,” tegasnya.
Ia juga berharap aktivitas masyarakat tidak terus terkendala persoalan sarana transportasi.
Perhatian Edyar kemudian berlanjut kepada para wakil rakyat dari daerah pemilihan Kecamatan Membalong.
Ia mempertanyakan sejauh mana lima anggota DPRD Belitung dari Dapil Membalong memperjuangkan persoalan Dermaga Teluk Gembira.
Terlebih, menurut Edyar, anggota DPRD melakukan kegiatan reses di Kecamatan Membalong dan seharusnya mendengar aspirasi masyarakat.
Namun ia mempertanyakan hasil dari aspirasi tersebut.

Komentar