Sementara itu, Ketua Pokja Wartawan Belitung periode 2016–2022, Fitriyadi, menilai Iduladha tahun ini memiliki makna yang lebih mendalam di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan.
“Berkurban saat kondisi berkecukupan mungkin hal biasa. Namun, ketika dilakukan di tengah situasi ekonomi yang sulit seperti sekarang, pengorbanan itu akan terasa lebih bermakna dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkap pria yang akrab disapa Piping tersebut.
Menurutnya, kegiatan kurban bukan sekadar agenda tahunan, melainkan simbol kebersamaan dan kepedulian sosial yang harus terus dijaga oleh insan pers.
Ia juga mengajak seluruh wartawan di Belitung untuk terus mempererat solidaritas dan menjaga keharmonisan di lingkungan profesi.
“Kami berharap kebersamaan dan keakraban antarwartawan terus terjalin. Jika ada persoalan, mari diselesaikan dengan baik agar tidak menimbulkan perpecahan,” pesannya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Pokja Wartawan Belitung periode 2022–2025, Al Adhie Setyanto, mengatakan Iduladha menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
“Semoga semangat pengorbanan dan keikhlasan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dapat menjadi inspirasi bagi kita semua dalam memperkuat persatuan, solidaritas, serta pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Al Adhie, nilai-nilai Iduladha harus terus hidup dalam setiap langkah organisasi, termasuk dalam mempererat ukhuwah dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


Komentar