Menurut Marzuki, Bundaran Batu Satam dipilih sebagai lokasi baru kegiatan masyarakat selain kawasan wisata Pantai Tanjungpendam. Pemerintah berharap lokasi tersebut dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Setelah ini akan dilakukan evaluasi. Tidak menutup kemungkinan kegiatan ini nantinya dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu dengan rekayasa lalu lintas, karena di kawasan ini terdapat beberapa sekolah dasar yang menerapkan lima hari sekolah,” ujarnya.
Ke depan, kata Marzuki, jalur Car Free Day direncanakan diperluas mulai dari perbatasan Jalan Sriwijaya, Kelurahan Paal Satu. Setelah pembangunan Jembatan Siburik rampung, kawasan bebas kendaraan itu akan diperpanjang hingga kawasan wisata Pantai Tanjungpendam.
Ia menjelaskan, gagasan penyelenggaraan Car Free Day berasal dari Bupati Belitung yang mendapat dukungan Wakil Bupati serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Selain mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, kegiatan ini juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya sektor UMKM.
“Kami ingin ekonomi UMKM tumbuh. Di sini masyarakat bisa berjualan, bersepeda, berolahraga, ataupun menggelar berbagai aktivitas positif dengan tetap menjaga kebersihan. Setelah pukul 10.00 WIB kawasan harus kembali bersih,” katanya.
Marzuki menambahkan, ke depan pemerintah juga berencana menghadirkan lebih banyak hiburan, seperti latihan drum band atau marching band, sehingga suasana Car Free Day semakin meriah.
Menurutnya, udara Belitung yang masih bersih serta suasana nyaman menjadi modal untuk menarik lebih banyak wisatawan, termasuk dari luar daerah.

Komentar