Dikatakannya, umat jangan membayangkan hidup yang kekal itu adalah setelah mati, dan bangkit. Hidup yang Kekal itu adalah umat boleh mengenal Tuhan, punya relasi yang dekat dengan Tuhan.
“Kadang-kadang kita berpikir apa bedanya orang Katolik dan bukan. Orang Katolik setelah dibaptis dan krisma sepertinya sama juga dengan orang lain, masih juga mengalami hidup yang sulit. Ada juga yang ragu-ragu karena ditawari ‘cuan’ yang lebih banyak untuk pindah agama,” katanya.
Uskup menceritakan, pada perayaan Paskah beberapa waktu lalu ia mengunjungi salah satu stasi di sebuah pulau. Di sana umat banyak yang mengeluh karena beberapa umatnya pindah agama, pindah gereja karena ditawari uang yang banyak.
“Ini kita diingatkan Kembali tentang hadiah berharga dari Tuhan yaitu Hidup yang Kekal. Profisiat kepada Paroki Regina Pacis,” katanya.
Usai perayaan ekaristi syukur, acara dilanjutkan dengan ramah tamah di halaman geraja yang telah di siapkan tenda, kursi dan makanan untuk santapan Bersama.
Sebagai ungkapan syukur atas usia ke-85 ini, dilakukan pemotongan tumpeng dan kue tar oleh Uskup Pangkalpinang, Mgr Andrinus Sunarko OFM, Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Pangkalpinang, Pastor Martin, RD Fransiskus Paskalis, RD Gunzales Kun, pengurus PIPA Paroki yang baru dan lama serta ketua-ketua Komunitas Basis Gereja (KBG).
Acara diakhiri dengan hiburan dengan penampilan anak-anak SEKAMI, AREKA, Wilayah 1, Stasi Gantung, Wilayah 2, Stasi Manggar, OMK, Wilayah 3, KBG Benediktus, Wilayah 4 hingga Tim BIAR purna bakti. (BilitonNews.co/tedja pramana)


Komentar