BILITONNEWS.CO, BELITUNG – Di sebuah dusun kecil yang nyaris tak disebut dalam riuhnya peta pembangunan, Dusun Kepayang, Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau, harapan tetap hidup dengan cara yang paling sederhana tidak bersuara keras, tetapi tak pernah benar-benar padam.
Di sana, masyarakat kembali menyalakan doa yang sama tentang jalan yang terang di malam hari, dan air yang cukup untuk menghidupi sawah yang menjadi nadi kehidupan.

Reses masa persidangan II Tahun Sidang 2025โ2026 DPRD Kabupaten Belitung digelar, Senin, (16/5/2026), menghadirkan ruang pertemuan yang tak formal, namun sarat makna antara masyarakat dan wakilnya.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Belitung, Hilman dari Partai NasDem, dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Kecamatan Sijuk dan Badau, hadir langsung di tengah kehidupan warga yang berjalan apa adanya di rumah sederhana, di antara suara ayam kampung dan lantai tanah yang menyimpan jejak panjang keseharian masyarakat desa.
Tidak ada panggung. Tidak ada jarak. Yang ada hanya ruang kecil penuh kejujuran, tempat aspirasi disampaikan tanpa naskah, tanpa rekayasa, seperti percakapan yang lahir dari kebutuhan yang paling nyata.
Dalam forum yang hangat namun bersahaja itu, warga menyampaikan dua kebutuhan utama yang menjadi denyut harapan mereka.
Pertama, penerangan jalan umum. Sekitar 10 unit PJU diusulkan untuk dipasang di sepanjang jalan raya dusun, sebagai upaya menghadirkan rasa aman di ruang-ruang gelap yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan malam warga.
Sebab di Kepayang, malam bukan sekadar waktu. Ia adalah medan sunyi yang menyimpan waswas tentang anak-anak sekolah yang pulang lebih lambat, tentang ibu-ibu yang masih harus melintas di jalan tanpa cahaya, tentang langkah-langkah kecil yang sering harus ditemani keberanian.


Komentar