Hasil Produksi Dikirim ke Pangkalpinang
Sugex mengatakan, sagu yang telah selesai diproduksi selanjutnya dikirim ke Pangkalpinang.
Namun, pengiriman belum memiliki jadwal tetap karena menyesuaikan dengan jumlah hasil produksi yang tersedia.
“Kalau sudah ada hasil produksi, baru kita kirim ke Pangkalpinang. Waktunya tidak menentu, tergantung hasil yang didapat,” jelasnya.
Ke depan, Sugex juga memiliki keinginan untuk mengembangkan usahanya hingga ke luar daerah.
Kalimantan menjadi salah satu daerah yang ingin dijajakinya apabila memiliki modal yang cukup.
“Kalau ada modal, saya ingin buka usaha di Kalimantan. Karena bahan baku di sana tidak susah didapat,” ungkapnya.

Akui Ada Kebocoran Limbah, Respons Arahan Dinas
Di tengah menjalankan usaha, Sugex juga mengakui pernah mendapat kunjungan dari dinas terkait setelah adanya laporan masyarakat mengenai dugaan kebocoran limbah di lokasi pabrik.
Sugex menyampaikan terima kasih kepada dinas terkait yang telah datang ke lokasi dan memberikan arahan terkait persoalan tersebut.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang terjadi serta menyatakan siap melakukan perbaikan sesuai arahan.
“Saya berterima kasih kepada dinas terkait yang sudah datang ke lokasi. Memang ada laporan masyarakat terkait limbah yang bocor. Saya menyadari hal itu dan memohon maaf,” ujarnya.
Sugex menegaskan, dirinya berupaya merespons arahan dari pihak dinas agar kegiatan usaha yang dijalankan dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan.
Salah satunya dengan mengurus dokumen perizinan usaha yang saat ini tengah diproses.

Komentar