Vina mendorong pengurus memperkuat koordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan olahraga di tingkat provinsi maupun pusat.
Ia juga berharap Muaythai Belitung berani menargetkan penyelenggaraan kejuaraan nasional, sehingga daerah tidak hanya menjadi pengirim atlet, tetapi juga mampu menjadi tuan rumah ajang bergengsi.
“Saya berharap Muaythai di Kabupaten Belitung bisa menjadi penyelenggara event nasional. Setelah itu, atlet kita juga berprestasi di event yang kita selenggarakan,” ungkapnya.
Namun, Vina mengingatkan bahwa mengurus cabang olahraga harus dilandasi semangat pengabdian dan keinginan membangun prestasi, bukan semata-mata mencari penghasilan.
“Menjadi pengurus cabang olahraga jangan dijadikan sumber penghasilan. Kalau arah tujuannya sudah berbeda, mencetak atlet berprestasi hanya akan menjadi impian,” tegasnya.
Muhammad Iqbal Siapkan Organisasi yang Profesional

Ketua Pengurus Kabupaten Muaythai Indonesia Belitung, Muhammad Iqbal, menyatakan siap membawa organisasi yang dipimpinnya menjadi lebih solid, profesional, transparan, dan berorientasi pada prestasi.
Ia menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah, KONI, serta Dinas Pemuda dan Olahraga untuk mendorong perkembangan Muaythai di Belitung.
Dengan masa bakti 2026–2030, kepengurusan baru diharapkan mampu memperluas pembinaan, meningkatkan kualitas latihan, dan membuka kesempatan bagi atlet lokal untuk bersaing dalam berbagai kejuaraan.
Kini, pekerjaan rumah pengurus baru bukan sekadar menyusun program kerja. Tantangan sesungguhnya adalah menemukan bibit-bibit atlet, membina mereka secara konsisten, dan membuktikan bahwa Muaythai Belitung mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Komentar