KM Bulk Karimun diketahui sedang dalam perjalanan menuju Pulau Laut, wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Namun, perjalanan kapal tersebut sempat terhenti karena kondisi darurat.
Menurut keterangan Satlap Tri Cakti, kapten pandu kapal, Gregerius Mondotan, mengalami serangan jantung secara mendadak.
“Kapal mengalami pemberhentian secara darurat karena kapten kapal pandu Gregerius Mondotan mengalami serangan jantung mendadak,” jelasnya.
Sempat Bikin Nelayan Panik
Beredarnya foto dan video kapal melalui media sosial membuat informasi mengenai keberadaan kapal tersebut berkembang dengan cepat.
Sebagian nelayan kemudian mengaitkan kemunculan kapal tersebut dengan aktivitas pertambangan timah di laut.
Satlap Tri Cakti mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
Masyarakat juga diminta bersama-sama menjaga situasi keamanan serta tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
“Kami mengimbau seluruh komponen untuk bersama-sama menjaga kondisi keamanan. Jangan sampai pemberitaan atau informasi yang belum terverifikasi membuat masyarakat menjadi panik,” ujarnya.
Dokumen Kapal Ikut Diperiksa
Untuk memastikan keberadaan dan aktivitas kapal, Satlap Tri Cakti bersama TNI AL dan Polairud Polres Belitung melakukan pengecekan langsung.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan dokumen kapal sekaligus mengetahui alasan kapal berada di wilayah perairan Belitung.
Satlap Tri Cakti menyebut kapal tersebut memiliki dokumen perjalanan.


Komentar