Lebih lanjut, program ini tidak hanya berhenti pada pemagangan.
Pemerintah daerah juga menyiapkan jalur lanjutan bagi peserta untuk bekerja di luar negeri, khususnya Jepang.
Melalui dukungan APBD, peserta akan difasilitasi mengikuti pelatihan bahasa sebelum diberangkatkan.
โKita juga siapkan kelas bahasa yang dibiayai pemerintah daerah. Setelah itu mereka bisa bekerja di Jepang dengan kontrak hingga tiga tahun,โ tambah Khristy.
Meski jumlah peserta tahun ini sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, hal itu lebih disebabkan oleh persyaratan administratif seperti kelulusan sekolah yang masih dalam proses.
Namun demikian, program ini tetap menjadi salah satu peluang paling konkret bagi generasi muda Beltim untuk menembus pasar kerja global.
(Bilitonnews.co/Kamri)


Komentar