“Dulu ada sekitar empat sampai lima bangku taman yang terbuat dari besi. Sekarang sudah tidak ada lagi. Bahkan baut-bautnya pun dibuka.
Toilet umum yang sebelumnya sudah kami kunci juga kembali didobrak sehingga tidak dapat difungsikan dengan baik,” ungkapnya.
Vita menjelaskan, selama ini belum ada petugas khusus yang menjaga kawasan taman selama 24 jam sehingga pengawasan masih terbatas.
Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan perusakan maupun pencurian fasilitas.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kelurahan Parit telah mengaktifkan kembali Kelompok Pemanfaatan Skala Kawasan yang sebelumnya sempat vakum setelah ketuanya meninggal dunia.
Kelompok tersebut diharapkan mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merawat kawasan Taman Begalor.
“Kami sudah membentuk kepengurusan baru. Harapannya masyarakat bersama-sama menjaga Taman Begalor karena taman ini dibangun menggunakan anggaran pemerintah dan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif masyarakat, mulai dari olahraga, tempat bermain anak hingga aktivitas sosial lainnya,” katanya.
Vita menambahkan, keberadaan Taman Begalor telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Selain menjadi ruang terbuka hijau, taman tersebut juga menjadi pusat aktivitas warga, termasuk kegiatan rutin Komunitas Senam Taman Begalor yang diikuti peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Belitung.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga aset publik agar tetap terpelihara dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.



Komentar