Pertemuan di Surabaya ini menindaklanjuti penandatanganan MOU tentang penggunaan secara resmi Bahasa Indonesia oleh pemerintah Vatikan.
Penandatanganan dilakukan antara Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr Agustinus Tri Budi Utomo dan Prefek Dikasteri (Kementerian) Komunikasi Vatikan, Dr Paolo Ruffini pada Rabu (25/03/2026) di Vatikan.
PWKI, yang merupakan pengusul pertama penggunaan bahasa Indonesia oleh pemerintah Vatikan, hadir juga dalam acara tersebuit.
โKembalinya wartawan ke jati dirinya sebagai pewarta kebenaran dan perdamaian menegaskan juga bahwa kerja jurnalistik tidak hanya berhenti di ruang redaksi. Ia juga hadir dalam diplomasi budaya, jembatan komunikasi lintas bangsa, dan penguatan identitas Indonesia di panggung global, โ jelas Mgr Didik.
Menurut Mgr Didik, platform media dalam berbagai bentuk komunikasinya, seharusnya tidak menjadi sekat melainkan harus menjadi kekuatan dan saling mengisi kekosongan dalam mewujudkan kebenaran serta perdamaian serta jurnalisme yang berintegritas, humanis, dan berpihak pada kebenaran.
“Jurnalisme bukan sekadar profesi. Ia adalah panggilan untuk melayani masyarakat, menjaga nurani publik, suara hati masyarakat dan menghadirkan damai lewat kata-kata yang bertanggung jawab. Kebenaran itu satu dan tidak mendua. Dan berharap, pertemuan di Surabaya ini, nurani para wartawan, reporter, praktisi media terketuk hatinya untuk kembali ke jati dirinya,โ tegas Mgr Didik.
Tegakkan Etika Jurnalistik
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWKI Asni Ovier DP menambahkan, di era media digital saat ini peran wartawan dalam menegakkan etika jurnalistik justru semakin diperlukan.




Komentar