Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, terima kasih. Bersyukur kepada Allah dapat rezeki. Terima kasih kepada PWI dan PT Timah,” ucapnya penuh haru.
Kisah Nenek Resma menjadi potret bahwa semangat kurban tidak hanya tentang membagikan daging, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan merawat rasa kemanusiaan di tengah masyarakat.
Di sudut kecil Gang Dalam, langkah pelan seorang nenek dengan tongkatnya hari itu seolah mengingatkan bahwa kebahagiaan terkadang hadir dari perhatian yang tulus dan kebersamaan yang tidak pernah memandang siapa pun dari keadaan hidupnya.
Resma berharap kegiatan sosial seperti ini terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang terbantu dan merasakan hangatnya kepedulian di hari besar keagamaan. (BilitonNews.co/Gumay)




















Komentar