Konsepnya sederhana namun berdampak menjadikan lingkungan sekitar sebagai laboratorium belajar.
Numerasi dapat diajarkan melalui irama musik gambus, mengenalkan pola dan hitungan lewat harmoni nada.
Literasi dibangun dari cerita tentang sejarah serta proses pembuatan alat musik tradisional tersebut. Dengan pendekatan ini, anak-anak tidak sekadar belajar membaca dan berhitung, tetapi juga memahami identitas budayanya.
“Pendidikan usia dini adalah fondasi masa depan. Kita tidak bisa menitipkan generasi tanpa memastikan kualitas pendidiknya terus ditingkatkan,” tegas Nana.
Inkubator UMKM: Dari Produksi hingga Ekspor
Tak berhenti pada sektor pendidikan, YAMI juga menghadirkan program inkubator UMKM hasil kolaborasi dengan kementerian terkait. Program ini akan mendampingi pelaku usaha secara intensif selama tiga bulan.
Pendampingan mencakup pengolahan produk, pengemasan, penguatan merek (branding), hingga strategi pemasaran dan distribusi. Pelaku usaha juga akan dilatih membangun konten digital, melakukan siaran langsung (live selling), serta menyusun komunikasi produk yang efektif dan menarik.
Model serupa telah diterapkan di Flores. Hasilnya signifikan pembinaan petani kopi mampu mendorong ekspor hingga lima kontainer per bulan ke Amerika Serikat.
Belitung diharapkan dapat mereplikasi keberhasilan tersebut. Di tengah perlambatan sektor tambang dan sawit, diversifikasi ekonomi menjadi kebutuhan mendesak.
“Pasar sudah terbuka. Tinggal bagaimana kita meningkatkan kapasitas diri untuk masuk dan bersaing,” ujarnya.





















Komentar