BILITONNEWS.CO, BELITUNG – Lantunan pujian “Hallelujah… hallelujah… hallelujah, for the Lord God omnipotent reigneth” menggema khidmat dalam perayaan Paskah Bersama Umat Kristiani, ASN/TNI/Polri dan Masyarakat Belitung di Gereja Persekutuan Kristen (GEPEKRIS) Perawas, Tanjungpandan, Belitung, Senin (20/4/2026) malam.
Paduan suara dari Gereja Paroki Regina Pacis Belitung membawakan karya klasik “Hallelujah Chorus” dengan penuh penghayatan. Sebanyak 60 penyanyi yang terdiri dari suara sopran, alto, tenor dan bas tampil harmonis, menghadirkan nuansa megah yang menggetarkan hati jemaat.
Alunan musik yang kuat dan penuh emosi tersebut membawa pesan kemenangan iman atas maut melalui kebangkitan Kristus. Suasana gereja pun dipenuhi rasa syukur dan kekaguman atas kebesaran Tuhan.
“Hallelujah Chorus” merupakan bagian penutup dari Bagian II oratorio “Messiah”, karya komponis Barok George Frideric Handel yang ditulis pada tahun 1741 dan pertama kali dipentaskan di Dublin pada 1742.
Karya ini dikenal sebagai salah satu komposisi musik Barok paling terkenal di dunia. Tradisi berdiri saat lagu ini dinyanyikan dipercaya bermula dari George II, yang konon berdiri saat pertama kali mendengarnya, sehingga diikuti oleh para penonton lainnya.
Perayaan Paskah Oikumene yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut menjadi momentum kebersamaan umat Kristiani di Belitung dalam merayakan kebangkitan Kristus, sekaligus mempererat persaudaraan lintas gereja melalui pujian dan ibadah bersama.
Ibadah Paskah yang dibawakan Stenly dihadiri umat kristiani dari belasan gereja yang ada di Tanjungpandan dan sekitarnya diringi pujian-pujian bersama oleh singer dan band pengiring dari panitia.


Komentar