Jadi kita harus kerja keras, kerja cerdas untuk menciptakan sumber pendapatan, terutama dari sumber pendapatan desa yang benar-benar hasil dari usaha desa,” kata Yahya.
Ia menilai Desa Perawas memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun pembangunan.
Karena itu, menurut Yahya, inovasi dan pengembangan usaha desa perlu terus dilakukan dengan tetap menyesuaikan kemampuan keuangan desa.
Beasiswa hingga Bantuan Warga
Selama kepemimpinannya, Yahya juga menyebut sejumlah program pemberdayaan masyarakat telah dijalankan.
Salah satunya di bidang pendidikan melalui pemberian beasiswa bagi masyarakat Desa Perawas.
Program tersebut, kata Yahya, diberikan mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi.
Bahkan, Desa Perawas disebut telah menjalin kerja sama melalui MoU dengan sejumlah kampus atau fakultas di Bogor dan Bandung.
“Dari segi sumber daya manusia dan pembangunannya kita selalu memberikan setiap tahun yang berkaitan dengan beasiswa, baik dari tingkat SD hingga S1, kampus-kampus atau fakultas yang ada di Bogor dan Bandung yang sudah MoU dengan Desa Perawas dan kampus tersebut,” jelasnya.
Selain pendidikan, pemerintah desa juga memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan bantuan.
Yahya mengatakan bantuan diberikan antara lain kepada masyarakat yang mengalami kedukaan maupun warga yang sakit dan harus mendapatkan rujukan ke luar daerah, termasuk Jakarta.
“Memang kita sudah bekerja keras untuk Pendapatan Asli Desa dan PAD selama ini di Desa Perawas itu sudah banyak hal yang sudah dilakukan yang menyentuh masyarakat, yang berkaitan dengan masyarakat yang berduka, yang sakit untuk dirujuk keluar daerah yaitu Jakarta,” katanya.

Komentar