Ekonomi
Home » Berita » Arisan Online Menjanjikan Untung Besar, Ahli Ingatkan Risiko Penipuan Mengintai di Balik Kemudahan Digital

Arisan Online Menjanjikan Untung Besar, Ahli Ingatkan Risiko Penipuan Mengintai di Balik Kemudahan Digital

Ilustrasi aktivitas arisan online melalui aplikasi digital. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan literasi keuangan agar terhindar dari modus penipuan berkedok arisan maupun investasi.

Dosen Ekonomi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Mochamad Mochklas, menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan benteng utama agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam arisan online yang berisiko.

“Masyarakat penting memiliki literasi keuangan yang baik sehingga mereka dapat mengelola dan menginvestasikan keuangan pribadi dengan tepat.

Ketika seseorang memiliki pemahaman yang baik, risiko yang ditimbulkan juga akan lebih kecil,” ujarnya.

Menurut Mochklas, masyarakat perlu bersikap kritis apabila menemukan tawaran keuntungan yang sangat tinggi tanpa penjelasan yang rasional mengenai bagaimana dana tersebut dikelola.

Ia menegaskan bahwa setiap bentuk investasi yang sehat memiliki sumber keuntungan yang dapat dijelaskan secara logis.

Resmi Pimpin Polres Belitung, AKBP Satria Darma Titip Pesan Menyentuh: Jangan Sakiti Hati Masyarakat

Karena itu, janji keuntungan besar tanpa adanya aktivitas usaha yang jelas patut diwaspadai.

“Jangan mudah tergiur dengan keuntungan yang jauh di atas instrumen investasi yang wajar.

Jika dana tidak diputar dalam kegiatan usaha yang jelas, maka sangat sulit menghasilkan keuntungan tinggi secara konsisten,” katanya.

Mochklas juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu memahami kembali fungsi dasar arisan.

Pada prinsipnya, arisan merupakan sarana kebersamaan dan saling membantu, bukan instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi.

Gubernur Hidayat Arsani Sambut Lima Kapolres Baru, Titip Harapan Besar untuk Keamanan Bangka Belitung

Selain memahami mekanismenya, calon peserta juga disarankan menelusuri rekam jejak penyelenggara sebelum memutuskan bergabung.

Menurutnya, tidak sedikit kasus arisan online bermasalah bermula dari pengelola yang tidak memiliki aktivitas usaha yang jelas atau menggunakan dana anggota untuk memenuhi kebutuhan konsumtif maupun gaya hidup.

Laman: 1 2 3 4

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *