Lebih dari sekadar sebuah penampilan, Angel memandang konser tersebut sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas perjalanan yang telah ia lalui.
Ia menilai dukungan yang diberikan Liliana Tanoesoedibjo dan Hary Tanoesoedibjo menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya hingga saat ini.
Perasaan itulah yang membuat dirinya tidak ragu menerima ajakan untuk terlibat dalam konser Tehillim. Baginya, kembali menyanyikan karya Liliana setelah 18 tahun berlalu merupakan kehormatan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
“Saya merasa saya ada hari ini juga karena Ibu Liliana dan Pak Hary dan juga teman-teman semua yang ada di sini.
Untuk bisa kembali menyanyikan lagu Ibu Liliana 18 tahun kemudian itu buat saya sebuah kehormatan yang luar biasa,” ungkap Angel.

Konser Tehillim – The Heart of Worship tidak hanya menghadirkan lantunan lagu-lagu pujian, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara karya, kenangan, dan rasa syukur.
Bagi Angel Pieters, malam itu menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang yang ditempuhnya berawal dari tempat yang sama, dan kini ia kembali dengan suara yang semakin matang serta hati yang penuh penghormatan. (*/BilitonNews.co/Gumay)





















Komentar