Belitung
Home » Berita » Sudah Terima Dana Puluhan Juta, Arisan di Belitung Malah Dicicil Rp100 Ribu, Owner: “Kapan Selesainya?”

Sudah Terima Dana Puluhan Juta, Arisan di Belitung Malah Dicicil Rp100 Ribu, Owner: “Kapan Selesainya?”

Owner arisan Mesi bersama rekannya saat memberikan keterangan kepada BilitonNews.co, terkait persoalan pembayaran dalam grup arisan di Belitung, Jumat (14/8/2026). (BilitonNews.co/Gumay)

BILITONNEWS.CO, BELITUNG — Kelompok arisan beranggotakan 17 orang di Belitung kini tengah menghadapi persoalan pembayaran.

Owner grup “12/8 Arisan Pui 200 Ribu/Hari”, Mesi, mengungkap adanya sejumlah anggota yang disebut telah menerima dana arisan melalui sistem puy, tetapi pembayaran berikutnya disebut tersendat.

Kondisi tersebut, menurut Mesi, berdampak kepada anggota lain yang masih menunggu giliran mendapatkan dana arisan.

Kepada BilitonNews.co, Jumat (14/8/2026), Mesi mengaku mewakili sembilan anggota yang belum mendapatkan dana puy.

Ia menyebut ada tiga anggota yang menjadi persoalan dalam pembayaran, yakni mereka yang disebut berinisial Re, Mus dan Ros, seorang ibu rumah tangga warga Belitung.

Estafet Amanah di Langit Belitung, Letkol Nav Maruli Tua Sinambela Emban Tugas Baru sebagai Danlanud

Mesi mengatakan, ketiganya disebut telah memperoleh dana arisan, tetapi kewajiban pembayaran selanjutnya tidak berjalan sebagaimana kesepakatan awal.

“Kalau sudah mengambil uang arisan, harus tetap membayar sesuai kesepakatan. Kalau sudah menerima uang puluhan juta tetapi hanya dicicil Rp100 ribu, bagaimana mau selesai?” kata Mesi.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya berdampak kepada owner, tetapi juga anggota lain yang masih menunggu giliran pencairan.

Dana Sudah Diterima, Pembayaran Disebut Tersendat

Mesi menjelaskan, sistem arisan yang mereka jalankan berbeda dengan arisan biasa.

Arisan “Puy” di Belitung Berujung Masalah, Owner Cerita Anggota Jual Giliran Demi Cairkan Uang

Dalam kelompok tersebut terdapat mekanisme puy, yakni anggota dapat mencairkan hak arisannya lebih awal dengan menjual atau mengalihkan giliran kepada anggota lain.

Sebagai contoh, seseorang yang seharusnya menerima Rp2 juta dapat memperoleh uang lebih cepat melalui mekanisme puy, meski jumlah yang diterima tidak penuh.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *