Belitung
Home » Berita » Desa Seliu Bersiap Rayakan Hari Jadi ke-130, Momentum Menguatkan Sejarah dan Masa Depan Pulau Belitung

Desa Seliu Bersiap Rayakan Hari Jadi ke-130, Momentum Menguatkan Sejarah dan Masa Depan Pulau Belitung

Kepala Desa Seliu, Edyar, memberi hormat di depan peta sejarah Pulau Seliu yang tercatat dalam peta Sumatera terbitan Prancis tahun 1753 dengan nama Hio of Leo, sebagai simbol penghormatan terhadap perjalanan sejarah panjang wilayah tersebut. (Istimewa)

BILITONNEWS.CO, BELITUNG – Pemerintah Desa Seliu, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, akan memperingati Hari Jadi Desa Seliu ke-130 pada 29 Juli 2026 mendatang.

Peringatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk mengangkat sejarah panjang desa sekaligus memperkenalkan potensi wisata dan ekonomi masyarakat kepada publik.

Kepala Desa Seliu, Edyar, mengatakan penetapan hari jadi desa mengacu pada catatan sejarah yang menyebut nama Pulau Seliu telah tercantum dalam peta Sumatera terbitan Prancis pada 1753 dengan nama Hio of Leo.

“Sejarah itu menjadi dasar bahwa Pulau Seliu sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Karena itu, setiap peringatan hari jadi desa menjadi momen untuk mengingat perjalanan panjang para pendahulu sekaligus membangun optimisme menuju masa depan,” kata Edyar kepada BilitonNews.co, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, usia Desa Seliu yang telah mencapai 273 tahun menjadi bukti bahwa wilayah kepulauan tersebut memiliki sejarah panjang dalam jalur pelayaran dan perdagangan maritim di kawasan Nusantara.

Dari Tanjungpandan, Savana Yoga Hadirkan Ruang Tenang untuk Keseimbangan Tubuh dan Pikiran

Selain dikenal sebagai pulau persinggahan kapal-kapal asing pada masa perdagangan rempah-rempah, Pulau Seliu juga telah memiliki struktur pemerintahan sejak era Hindia Belanda.

Pada 1896, Haji Mahmud bin Ali tercatat diangkat sebagai mandor Pulau Seliu oleh pemerintah kolonial.

Edyar berharap peringatan Hari Jadi Desa Seliu tahun ini mampu memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap sejarah desa sekaligus menjadi sarana memperkenalkan potensi daerah kepada wisatawan maupun investor.

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer