Belitung
Home » Berita » Restorasi Lahan Pasca Tambang Jadi Sorotan, Wabup Belitung Buka Seminar Lingkungan Politeknik Belitung

Restorasi Lahan Pasca Tambang Jadi Sorotan, Wabup Belitung Buka Seminar Lingkungan Politeknik Belitung

Semangat kolaborasi untuk masa depan lingkungan Belitung yang berkelanjutan tercermin dalam foto bersama Wakil Bupati Belitung, civitas akademika Politeknik Belitung, narasumber, dan peserta seminar usai pembukaan kegiatan restorasi ekosistem lahan pasca tambang, Senin (15/6/2026). (ist)

BILITONNEWS.CO, TANJUNGPANDAN – Komitmen membangun masa depan Belitung yang lebih hijau dan berkelanjutan kembali ditegaskan melalui Seminar Strategi Restorasi Ekosistem Lahan Pasca Tambang Tahun 2026 yang diprakarsai Politeknik Belitung, Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Belitung, Syamsir, S.I.Kom.

Acara turut didampingi Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Politeknik Belitung, Indri Permana, S.Pd., M.Pd., serta Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Belitung, Wahyu Ramadhan Afrilia.

Seminar juga dihadiri Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Yanti Adista, Kepala KPHL Gunung Duren Belitung Timur, Jookie Vebriansyah, S.Kom, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung, Lutfi Avian, ST, serta peserta dari kalangan pelajar SMA/SMK dan mahasiswa Politeknik Belitung.

Dalam sambutannya, Indri Permana menjelaskan bahwa seminar mengangkat tema “Langkah Pemulihan Ekosistem Pasca Tambang sebagai Pondasi Masa Depan Belitung yang Berkelanjutan”.

GFNY Belitung 2026 Diproyeksikan Dongkrak Pergerakan Wisatawan dan Ekonomi Lokal

Menurutnya, tema tersebut memiliki makna strategis bagi masa depan lingkungan daerah yang selama puluhan tahun identik dengan aktivitas pertambangan.

“Bagaimana kita menjaga keseimbangan ekosistem di lahan-lahan pasca tambang yang ada di Belitung menjadi tantangan bersama yang harus mulai dipikirkan dan diwujudkan sejak sekarang,” ujar Indri.

Ia menambahkan, seminar ini tidak hanya bertujuan menambah wawasan peserta, tetapi juga menjadi ruang bertukar pengalaman dan membangun kolaborasi produktif antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer