Belitung Timur
Home ยป Berita ยป Upacara Hardiknas 2026 di Beltim, Bupati Tegaskan Wajib Belajar 9 Tahun dan Target Sekolah Unggulan

Upacara Hardiknas 2026 di Beltim, Bupati Tegaskan Wajib Belajar 9 Tahun dan Target Sekolah Unggulan

Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten memimpin upacara Hardiknas 2026 di halaman Kantor Bupati Beltim bersama ASN, guru, dan siswa.
Pasukan pengibar bendera melaksanakan pengibaran Merah Putih pada upacara peringatan Hardiknas 2026 di halaman Kantor Bupati Belitung Timur, Sabtu (2/5/2026). (istimewa)

BILITONNEWS.CO, BELITUNG – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Beltim, Sabtu (2/5/2026) pagi.

Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti jajaran pegawai Pemkab Beltim, para guru dan tenaga kependidikan, serta perwakilan siswa dari berbagai sekolah.

Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, bertindak sebagai inspektur upacara. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib di bawah cuaca cerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muโ€™ti. Dalam amanatnya, ditegaskan bahwa peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk melakukan refleksi dan memperkuat komitmen dalam memajukan pendidikan nasional.

Pendidikan disebut sebagai bagian penting dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa, sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia yang unggul, kuat, dan tangguh menuju Indonesia yang maju dan bermartabat.

Lawan Hoaks dan Polarisasi, Wartawan Diminta Tegakkan Etika Jurnalistik

Selain itu, disampaikan pula lima kebijakan strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter melalui pembelajaran mendalam, peningkatan literasi dan numerasi, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan fleksibel.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *