Inspirasi
Home » Berita » Rahasia Kesuksesan Belitung Pasca Lebaran: Pariwisata dan Pembangunan Bersinergi

Rahasia Kesuksesan Belitung Pasca Lebaran: Pariwisata dan Pembangunan Bersinergi

Syukri Gumay, Anggota DPRD Kabupaten Belitung Periode 2019 – 2024 / Wartawan BilitonNews.co. (ist)

Oleh Syukri Gumay, Anggota DPRD Kabupaten Belitung Periode 2019 – 2024 / Wartawan BilitonNews.co

BILITONNEWS.COLangkah kecil jangan pernah putus, Arah tuju harus selalu teguh, Belitung akan bersinar terang, Asalkan hati, kerja, dan niat menyatu utuh.

Suasana hangat Idulfitri di Belitung kini tinggal jejak. Bandara tak lagi seramai pekan lalu, dermaga mulai lengang, dan deru kendaraan menuju pantai-pantai favorit berangsur reda. Pulau ini kembali ke ritmenya yang tenang, namun justru di sinilah ruang refleksi terbuka lebar.

Musim libur telah membuktikan satu hal, Belitung tetap memikat. Pantai berpasir putih, batu granit raksasa, hingga gugusan pulau kecil kembali menjadi magnet bagi ribuan wisatawan. Warung kopi ramai, homestay terisi penuh, dan senyum pelaku usaha lokal mengembang lebar. Perputaran ekonomi bergerak cepat, memberi harapan di tengah tantangan yang tak ringan.

Namun di balik geliat itu, ada cerita lain yang tak bisa diabaikan.

KEK Tanjung Kelayang Jadi Mesin Ekonomi Baru, DPRD: Warga Jangan Hanya Jadi Penonton

Kemacetan menuju destinasi wisata, fasilitas umum yang belum memadai, hingga persoalan sampah yang kerap berulang menjadi “catatan kaki” yang muncul setiap musim liburan. Hal-hal sederhana, tetapi berdampak besar terhadap pengalaman wisatawan. Sebab, orang datang tidak hanya untuk melihat keindahan, mereka datang untuk merasakan kenyamanan.

Di titik inilah ujian sesungguhnya bagi pemerintah daerah dimulai.

Pasca Lebaran, evaluasi tidak cukup berhenti pada laporan angka kunjungan atau tingkat hunian. Yang lebih penting adalah keberanian membaca kekurangan secara jujur dan menindaklanjutinya dengan langkah konkret. Akses jalan yang lebih baik, fasilitas publik yang layak, serta sistem pengelolaan sampah yang tertata bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *