News  

Shinta Nuriyah: Bencana Bisa Jadi Peringatan, Ujian, atau Hukuman dari Allah

Ibu Hj Shinta Nuriyah hadir dalam buk puasa Bersama yang digelar Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi HAK KWI). (Istimewa)

Menurutnya, berbagai bencana yang melanda sering kali diperparah oleh kondisi sosial dan kebijakan yang justru membuat rakyat semakin terbebani.

Karena itu, ia mengajak masyarakat memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk mendekatkan diri kepada Allah serta memohon agar berbagai kesulitan yang dihadapi bangsa dapat segera berakhir.

Acara buka puasa bersama tersebut dihadiri berbagai tokoh lintas agama dan pejabat publik, di antaranya Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, Ketua Presidium KWI Mgr Antonius Subianto OSC, serta Ketua Komisi HAK KWI Mgr Christophorus Tri Harsono.

Turut hadir pula perwakilan DPR RI, pemerintah daerah, organisasi keagamaan seperti MUI, Muhammadiyah, NU, Parisadha Hindu, Permabudhi, Matakin, PGI, serta komunitas penghayat kepercayaan.

Selain itu, hadir pula organisasi kepemudaan lintas agama, tokoh masyarakat, rohaniwan, serta sejumlah warga dari kalangan duafa, termasuk anak yatim, petugas kebersihan, komunitas janda, penghuni panti asuhan, hingga pekerja parkir di kawasan Cut Mutiah.

Acara tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan “Sahur Keliling” Ramadan 2026 yang rutin dilakukan Shinta Nuriyah untuk menyapa masyarakat di berbagai daerah sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap keberagaman.

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi” itu, suasana kebersamaan lintas agama terasa kental.

Lantunan musik hadroh, tarian sufi, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta kumandang azan Magrib turut mengiringi momen berbuka puasa bersama di Gedung KWI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *