News  

Ramadan Momentum Refleksi, Kemiskinan di Belitung Belum Sepenuhnya Tercermin dalam Statistik

Ilustrai tekanan ekonomi dan terbatasnya lapangan kerja dinilai masih menjadi tantangan bagi masyarakat daerah.

BILITONNEW.CO – Ramadan seharusnya menjadi momentum refleksi sosial bagi seluruh pihak. Namun di tengah suasana spiritual itu, masyarakat masih dihadapkan pada kenyataan pahit dengan persoalan kemiskinan yang dinilai belum sepenuhnya tercermin dalam angka statistik.

Secara nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin Indonesia pada Maret 2025 mencapai 23,85 juta orang atau sekitar 8,47 persen dari total penduduk. Angka ini kerap dijadikan indikator keberhasilan pembangunan.

Namun kondisi di lapangan menunjukkan gambaran yang lebih kompleks, terutama di daerah, termasuk di Kabupaten Belitung.

Lapangan kerja yang layak dinilai semakin sulit diperoleh. Ketidakpastian ekonomi serta perubahan dinamika pembangunan daerah membuat persaingan kerja menjadi semakin tidak menentu.

Ironisnya, tenaga kerja berpendidikan tinggi kini banyak mengisi pekerjaan yang sebelumnya menjadi ruang bagi pekerja berpendidikan rendah. Kondisi ini membuat kelompok masyarakat berpendidikan rendah semakin terdesak dalam persaingan kerja.

Di sisi lain, tekanan ekonomi juga mulai dirasakan oleh kelompok kelas menengah. Tidak sedikit masyarakat yang harus mencari pekerjaan tambahan atau usaha sampingan untuk mempertahankan pendapatan keluarga.

Persoalan lain muncul dari standar pengukuran kemiskinan. Per September 2024, garis kemiskinan nasional ditetapkan sekitar Rp595.242 per kapita per bulan. Namun sejumlah kajian menunjukkan kebutuhan hidup minimum rumah tangga dapat mencapai sekitar Rp3 juta per bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *