Menurutnya, listrik tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Listrik bukan sekadar penerangan, tetapi menjadi penggerak ekonomi keluarga, penunjang pendidikan anak-anak, serta fondasi berkembangnya usaha kecil dan kegiatan produktif masyarakat.
Program ini sangat strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Lampung dari tingkat paling dasar,” ujar Jihan.
Apresiasi juga disampaikan Walikota Ambon Bodewin Wattimena.
Ia menilai program Light Up The Dream memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Kegiatan ini memotivasi kami dari pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada lagi masyarakat Kota Ambon yang belum menikmati listrik.
Berkat PLN berbagi, Ambon menyala, rakyat makin cerdas,” ungkap Bodewin.
Sementara itu, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, menjelaskan bahwa Light Up The Dream merupakan wujud nyata kepedulian insan PLN terhadap masyarakat yang belum menikmati listrik.
“Kita tahu bahwa dalam kehidupan modern saat ini, sulit bagi sebuah rumah tangga untuk hidup tanpa aliran listrik.
Melalui Light Up The Dream, insan PLN melihat adanya sisi kemanusiaan yang bisa diisi dengan kontribusi untuk memberikan harapan,” jelas Yusuf Didi dalam rilis resminya kepada BilitonNews.co, Rabu (11/3).
Ia menambahkan bahwa program ini juga merupakan implementasi Employee Value Proposition PLN, yang bertujuan menghadirkan pengalaman kerja terbaik bagi pegawai sekaligus memfasilitasi kontribusi nyata mereka dalam menghadirkan solusi energi bagi Indonesia.












