Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan pers tidak boleh disalahartikan sebagai kebebasan tanpa batas. Setiap produk jurnalistik, kata dia, harus tetap berlandaskan fakta, bukan opini yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Fathurrakhman menyoroti tantangan internal organisasi PWI di daerah, terutama dalam menjaga kekompakan antaranggota dan pengurus.
“Tantangan terbesar adalah menjaga kekompakan. Ketua harus mampu merangkul dan menyatukan anggota, sementara anggota juga harus menjaga nama baik organisasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa soliditas organisasi menjadi kunci dalam menjaga marwah PWI di tengah dinamika dunia pers yang terus berkembang. (BilitonNews.co/Gumay)




Komentar