BILITONNEWS.CO, BELITUNG – Rata-rata lama sekolah (RLS) masyarakat Kabupaten Belitung saat ini mencapai 9,11 tahun, setara jenjang kelas satu SMA.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belitung, Tomy Wardiansyah, saat menerima kunjungan tim redaksi BilitonNews.co, Selasa (10/3/2026).
Menurut Tomy, penanganan kasus putus sekolah menjadi perhatian serius karena berpengaruh langsung pada indikator pembangunan daerah.
Berdasarkan data hingga 2025:
SD: 46 siswa putus sekolah dari 116 sekolah dasar
SMP: 62 siswa putus sekolah dari 22 SMP
Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Pendidikan menyiapkan Program KEJAR (Kembalikan Anak untuk Belajar).
Program ini bertujuan mengajak anak-anak putus sekolah kembali menempuh pendidikan melalui:
Jalur formal: kembali ke sekolah
Jalur nonformal: program kesetaraan di PKBM atau SKB
“Filosofi program KEJAR ini adalah mengembalikan anak untuk belajar.
Belajar tidak hanya di sekolah, tetapi juga melalui pendidikan nonformal,” jelas Tomy.
Pelaksanaan program ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan kepala sekolah untuk memastikan keberhasilan.
Anak-anak yang masih usia sekolah diarahkan kembali ke satuan pendidikan formal, sedangkan yang sudah tidak memungkinkan dapat mengikuti program kesetaraan.
Program KEJAR direncanakan diluncurkan setelah Hari Raya Idulfitri.
Tomy menegaskan, targetnya adalah menekan angka putus sekolah dan meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat Belitung.
“Targetnya angka putus sekolah bisa terus berkurang. Dengan begitu, rata-rata lama sekolah masyarakat juga akan meningkat,” tambahnya.
















