“Melalui Pesparani ini kita ingin mewujudkan pemberdayaan dan peningkatan partisipasi umat dalam rangka penguatan hidup menggereja dan perwujudan panggilan kerasulan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ujar Maskendari.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Pesparani kali ini juga menjadi kesempatan bagi umat Katolik dari berbagai daerah untuk saling mengenal, menjalin komunikasi, dan memperkuat ikatan persaudaraan.
Pertemuan antarkontingen diharapkan dapat mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Kalimantan Barat yang majemuk.
Maskendari menambahkan, terdapat perbedaan dalam jenis perlombaan yang diselenggarakan pada Pesparani Katolik II dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya.
Jika Pesparani I menghadirkan kategori lomba yang lebih beragam, tahun ini panitia memusatkan perlombaan pada tiga kategori paduan suara yang belum dipertandingkan pada Pesparani pertama.
Meski demikian, tujuan penyelenggaraan tetap sama, yakni menjaring peserta terbaik pada setiap kategori untuk mewakili Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kalimantan Barat dalam Pesparani Nasional IV Tahun 2027 yang akan diselenggarakan di Sulawesi Utara.
Rangkaian kegiatan Pesparani Katolik II Kalbar 2026 akan dimulai pada Jumat, 16 Oktober 2026, dengan Misa Pembukaan di Gereja Katedral Santo Yosep Pontianak.
Misa tersebut akan dipimpin oleh Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Samuel Oton Sidin, OFM Cap sebagai selebran utama, bersama belasan imam yang bertugas sebagai konselebran.

Komentar