Dengan konfigurasi mesin sebesar itu, kapal diduga dirancang untuk melaju dengan kecepatan sangat tinggi di laut lepas.
Spesifikasi tersebut lazim digunakan untuk menghindari kejaran aparat saat menjalankan aktivitas ilegal di perairan.
Meski ditemukan dalam keadaan kosong tanpa seorang pun awak di atasnya, petugas masih menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kapal tersebut.
Di dalam kompartemen kapal terlihat adanya sisa tumpahan pasir timah, selain terpal berukuran besar, pakaian kotor, serta persediaan air mineral yang diduga ditinggalkan secara tergesa-gesa.
Namun demikian, dugaan keterkaitan kapal dengan aktivitas penyelundupan masih bersifat indikatif dan belum dapat dipastikan.
Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul kapal, pemilik, serta aktivitas yang dilakukan sebelum kapal tersebut ditemukan terdampar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, kapal tanpa identitas itu kemudian berhasil dievakuasi dari kawasan hutan bakau dan dibawa menuju Pelabuhan Satpolairud Tanjung Pandan untuk diamankan sebagai barang bukti sekaligus menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena penemuan kapal dengan spesifikasi sebesar itu terbilang sangat langka di wilayah perairan Selat Nasik.
Banyak warga mempertanyakan dari mana kapal tersebut berasal, mengapa ditinggalkan tanpa awak, serta apa sebenarnya muatan yang sempat diangkut sebelum akhirnya kandas di kawasan mangrove.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat penegak hukum belum memberikan keterangan resmi terkait penemuan kapal tersebut maupun perkembangan penyelidikan yang sedang berlangsung.



Komentar