Dalam pesan pamitnya, AKBP Sarwo Edi Wibowo tidak berbicara mengenai capaian pribadi.
Sebaliknya, ia justru memilih menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan, kebersamaan serta kepercayaan yang telah diberikan selama kami mengemban tugas di Kabupaten Belitung.
Kami juga memohon maaf atas segala kekhilafan dalam menjalankan tugas.”
Ucapan itu mencerminkan kerendahan hati seorang pemimpin yang memahami bahwa keberhasilan menjaga keamanan tidak pernah lahir dari satu institusi semata.
Ia tumbuh dari kebersamaan, saling percaya, dan semangat gotong royong seluruh elemen bangsa.
Kini, amanah baru telah menanti. AKBP Sarwo Edi Wibowo dipercaya mengemban tugas sebagai Kabag Binkar Ro SDM Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Sebuah penugasan yang bukan sekadar perpindahan jabatan, melainkan bentuk kepercayaan negara kepada seorang Bhayangkara untuk terus mengabdi di medan yang berbeda.
Dalam setiap rotasi jabatan di lingkungan Polri, sesungguhnya yang berpindah hanyalah tempat bertugas. Sementara sumpah pengabdian tetap sama menjaga negara, melindungi masyarakat, dan setia kepada Merah Putih.
Sebagai penutup pesannya, AKBP Sarwo Edi Wibowo memilih sebuah pantun yang akrab di telinga masyarakat Indonesia.
“Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi.
Kalau ada umur yang panjang, boleh kita berjumpa lagi.”
Pantun itu terdengar sederhana. Namun, di balik kesederhanaannya tersimpan harapan bahwa setiap perpisahan bukanlah akhir dari silaturahmi.



Komentar