Religi
Home ยป Berita ยป Idul Fitri di Belitung Tempo Dulu, Budaya Melayu yang Penuh Makna

Idul Fitri di Belitung Tempo Dulu, Budaya Melayu yang Penuh Makna

Menyelami tradisi Lebaran khas Belitung yang hampir punah. (dok.blogspot)

Warga berebut potongan lepat sebagai simbol rezeki dan syukur.

Kuliner Khas Lebaran

Makanan menjadi bagian penting dari perayaan, seperti Ketupat dan lepat selalu hadir.

Lepat adalah ketan isi ikan atau kelapa yang dibungkus daun pisang, menjadi kuliner khas Belitung.

Serta kue kering tradisional untuk menyambut tamu yang datang bersilaturahmi.

Mengulik Sejarah Idul Fitri, Dari Perang Badar hingga Tradisi Lebaran

Nuansa Lebaran Tempo Dulu

Gema dimalan takbir dari masjid, tradisi membangunkan warga untuk sahur, atau takbiran keliling dengan obor, serta halal bihalal tradisi mengunjungi rumah tetangga dan kerabat (sungkem) untuk saling memaafkan dan menjaga keharmonisan.

Tradisi-tradisi ini menjadi identitas budaya Melayu Belitung yang tetap dirawat sebagai warisan budaya tak benda, meskipun kini telah banyak dipengaruhi oleh modernisasi.

(*/BilitonNew.co/Gumay)

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *