“Saya minta dari seleksi terbuka ini benar-benar yang terbaik. Itu yang akan saya pakai,” kata Kamarudin dalam rilis Diskominfo SP Beltim, Sabtu (14/3/2026).
Kamarudin menegaskan setiap kepala OPD nantinya akan diberikan target kerja yang harus dicapai.
Jika tidak mampu memenuhi target tersebut, maka pejabat yang bersangkutan tidak akan dipilih untuk memimpin perangkat daerah.
“Semua ada targetnya. Kalau target itu tidak sanggup dijalankan, tentu tidak akan saya berikan jabatan sebagai kepala OPD,” ujar Kamarudin.
Bupati juga mengingatkan pola kerja birokrasi ke depan harus berubah dan tidak lagi sekadar menjalankan rutinitas administratif.
Ditekankannya, aparatur pemerintah tidak boleh lagi hanya bekerja secara formalitas tanpa menghasilkan kinerja nyata bagi masyarakat.
“Jangan seperti dulu, kerja hanya masuk jam 07.30 lalu pulang jam 16.00. Itu tidak boleh lagi. Harus ada perbaikan dan tanggung jawab dalam bekerja,” tegasnya.
Selain kinerja, integritas juga menjadi hal yang sangat ditekankan oleh bupati dalam proses seleksi pejabat tinggi di lingkungan Pemkab Beltim.
Ia meminta para calon kepala OPD mampu menjaga integritas dalam menjalankan tugas agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap terjaga.
“Saya selalu sampaikan, jaga integritas. Supaya di mata masyarakat kita juga punya integritas,” ujarnya.
Melalui proses seleksi terbuka ini, diharapkan dapat menghasilkan pimpinan OPD yang profesional, memiliki kemampuan manajerial yang baik, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
























