Mitra industri, termasuk yang bekerja sama dengan PT Timah, mengusulkan formulasi harga yang lebih adaptif. Salah satu pendekatan yang dipertimbangkan adalah mengacu pada kenaikan harga LME, dikurangi biaya pengolahan, serta ditambah kompensasi atas kenaikan BBM.
Berdasarkan perhitungan saat ini, nilai kompensasi yang dinilai ideal berada pada kisaran Rp480.000 hingga Rp485.000 per kilogram.
Penyesuaian tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan pasokan bahan baku, memperkuat tata niaga timah yang transparan, serta mendukung dampak sosial ekonomi bagi masyarakat, khususnya di wilayah penghasil seperti Bangka Belitung.
Dengan koordinasi yang baik antara PT Timah dan para mitra, industri timah nasional diharapkan tetap kompetitif di tengah dinamika global serta mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional. (*/BilitonNews.co/Gumay)


Komentar