“Kami menyambut baik program ini. Semoga menjadi jalan bagi masyarakat Belitung untuk semakin dekat dengan cita-cita berhaji,” ujar Syamsir.
Ia juga menilai kehadiran Inspirator Pesyiar Baitullah tidak hanya memperluas akses layanan perjalanan ibadah, tetapi turut memperkuat nilai religius dan mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.
Sementara itu, pendiri Inspirator Pesyiar Baitullah, Leny Noverita Pane, mengungkapkan bahwa IPB lahir dari perjalanan panjang dan pengalaman lebih dari satu dekade di industri perjalanan haji dan umrah.
Perjalanan kariernya dimulai dari seorang marketing travel konvensional hingga akhirnya membangun brand sendiri yang berfokus pada pelayanan jamaah dan pembinaan spiritual.
“Dari pengalaman itu saya belajar banyak tentang pelayanan jamaah dan makna perjalanan spiritual,” ungkap Leny.
Bagi Leny, perjalanan menuju Baitullah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati. Salah satu pengalaman paling membekas baginya adalah ketika berhasil memberangkatkan kedua orang tuanya ke Tanah Suci dari hasil kerja keras di dunia travel.
Dari momen itulah lahir tekad untuk menghadirkan travel yang mampu menginspirasi masyarakat agar berani bermimpi menjadi tamu Allah.
Nama Inspirator Pesyiar Baitullah sendiri lahir dari berbagai kisah perjuangan jamaah yang pernah diberangkatkan dari sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Jakarta, Medan, Palembang, Kalimantan hingga Surabaya.
Ada jamaah lansia yang menabung bertahun-tahun demi bisa berangkat ke Tanah Suci. Ada pula mereka yang berjuang di tengah keterbatasan ekonomi demi dapat bersujud di hadapan Ka’bah. Kisah-kisah itulah yang kemudian menjadi ruh dan inspirasi lahirnya IPB.


Komentar