Dalam pelaksanaannya, program ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar dapat membantu anak-anak kembali memperoleh pendidikan.
Bagi yang masih berada di usia sekolah, akan diarahkan kembali masuk ke satuan pendidikan formal. Sementara bagi yang sudah tidak memungkinkan, dapat mengikuti program kesetaraan.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat yang menjadi salah satu indikator pembangunan daerah di Kabupaten Belitung.
Tomy menambahkan, Program KEJAR direncanakan akan diluncurkan setelah Hari Raya Idulfitri. Pihaknya juga telah memanggil para kepala sekolah untuk membahas program tersebut sekaligus meminta komitmen mereka dalam menyukseskannya.
“Kami sudah memanggil kepala-kepala sekolah untuk berdiskusi dan meminta komitmen mereka agar program KEJAR ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Berdasarkan data hingga 2025, angka putus sekolah di tingkat SD tercatat sebanyak 46 siswa dari 116 sekolah dasar di Kabupaten Belitung. Sementara di tingkat SMP terdapat 62 siswa yang putus sekolah dari total 22 SMP.
Menurut Tomy, angka tersebut menjadi perhatian serius dan diharapkan tidak mengalami peningkatan. Justru melalui Program KEJAR, pemerintah daerah menargetkan angka putus sekolah dapat terus ditekan.
“Targetnya angka putus sekolah ini bisa semakin berkurang. Dengan begitu, rata-rata lama sekolah masyarakat juga akan meningkat,” katanya. (BilitonNews.co/tedja pramana)
























