Disdikbud Belitung Siapkan Program KEJAR untuk Tekan Angka Putus Sekolah

Kepala Disdikbud Belitung, Tomy Wardiansyah berbincang dengan tim redaksi BilitonNews.co pada Selasa (10/3/2026). (BilitonNews.co)

BILITONNEWS.CO, BELITUNG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Tomy Wardiansyah mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya menekan angka putus sekolah di semua jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga pendidikan kesetaraan.

Menurutnya, penanganan kasus putus sekolah menjadi perhatian penting karena berkaitan langsung dengan indikator pembangunan daerah, khususnya rata-rata lama sekolah masyarakat.

“Jika angka putus sekolah tinggi, maka akan mempengaruhi rata-rata lama sekolah. Dampaknya, indikator pembangunan daerah juga bisa menjadi rendah,” ujar Tomy Wardiansyah saat menerima kujungan tim redaksi BilitonNews.co di ruang kerjanya, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, saat ini rata-rata lama sekolah di Kabupaten Belitung berada di angka 9,11 tahun. Angka tersebut menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pendidikan penduduk di Kabupaten Belitung berada pada jenjang kelas satu SMA.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan Program KEJAR atau “Kembalikan Anak untuk Belajar”. Program ini bertujuan mengajak kembali anak-anak yang putus sekolah agar melanjutkan pendidikan.

Tomy menegaskan bahwa proses belajar tidak harus selalu melalui jalur pendidikan formal. Anak-anak yang tidak kembali ke sekolah formal tetap dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal.

“Filosofi program KEJAR ini adalah mengembalikan anak untuk belajar. Belajar tidak hanya di sekolah, tetapi juga bisa melalui pendidikan nonformal seperti program kesetaraan di PKBM maupun SKB,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *