Ia mengapresiasi peran besar wartawan senior yang telah memberi warna dalam perjalanan daerah, sekaligus mengakui semangat luar biasa yang tetap terjaga hingga kini.
Dari masa ketika berita ditulis dengan mesin ketik hingga era digital yang serba cepat, menurutnya, esensi perjuangan jurnalistik tetap sama menjaga akal sehat publik.
Bupati juga mengenang masa mudanya saat masih duduk di bangku sekolah, ketika membaca media seperti Kompas dan Sinar Pagi menjadi jendela informasi utama. Baginya, karya jurnalistik kala itu sarat perjuangan dan nilai.
โBelitung ini tidak hanya dibangun oleh pemerintah, tapi juga oleh mereka yang menjaga ruang publik, teman-teman pers yang konsisten hingga hari ini,โ tegasnya.
Dalam suasana penuh keakraban, Bupati sempat melontarkan gurauan yang mengundang tawa ringan.
โSaya lihat dari pemerintah daerah cuma saya yang hadir, ada apa ini? Kayaknya yang lain memberi jarak,โ ucapnya sambil tersenyum, disambut tawa para wartawan.
Namun di balik canda, terselip pesan serius. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan media tanpa sekat.
Ke depan, ia mengajak semua pihak tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menatap masa depan Belitung yang lebih gemilang.
Salah satu sorotan penting adalah momentum penerbangan internasional yang tengah menjadi peluang besar bagi daerah.
โIni momen penting. Mari kita jaga kondisi daerah, hindari hal-hal negatif, dan bersama-sama mempromosikan Belitung sebagai destinasi wisata unggulan,โ pesannya.
Pertemuan ini bukan sekadar reuni, melainkan ruang refleksi dan harapan. Di antara gelak tawa dan cerita lama, terjalin tekad baru bahwa kolaborasi lintas generasi dan sinergi antara pers dan pemerintah akan terus menjadi fondasi kuat bagi masa depan Belitung.




Komentar