“Dulu ada sop buntut, sop iga, soto ayam. Sekarang orang banyak pilihan, jadi dipilih semua,” kata Ribut.

Seorang pelanggan asal Papua yang ditemui di lokasi juga mengaku menyukai variasi menu yang ditawarkan. Banyaknya pilihan masakan menjadi salah satu daya tarik saat bersantap di warung tersebut.
Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, warung nasi ini menghadirkan pilihan kuliner rumahan bagi masyarakat yang membutuhkan makanan tanpa terikat waktu. Sajian beragam, termasuk garang asem khas Semarang, menjadi bagian dari pilihan yang ditawarkan kepada pelanggan.
Bagi masyarakat yang melintas atau beraktivitas di kawasan Mangga Besar, warung nasi di depan Hotel Astika ini bisa menjadi alternatif tempat makan yang buka sepanjang hari.
(BilitonNews.co/Gumay)

Komentar