Tak sekadar menjadi kawasan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, Tanjung Pendam juga diarahkan memiliki infrastruktur yang lebih representatif.
“Kita pingin di sana itu menjadikan salah satu destinasi yang eksklusif, punya infrastruktur yang eksklusif yang memang kita kekurangan,” ujar Djoni.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkab Belitung saat ini tengah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat.
Di antaranya dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas serta Kementerian Pekerjaan Umum terkait konsep pembiayaan pengembangan kawasan Tanjung Pendam.
“Saat ini kami sedang berkomunikasi dengan Bappenas dan terakhir kemarin dengan PUPR bagaimana mendesain tentang pembiayaan nanti di Tanjung Pendam,” ungkapnya.
Djoni menyebut, rencana tersebut masih dalam tahap kajian.
Pemkab Belitung berharap pengembangan kawasan Tanjung Pendam sudah dapat mulai dilakukan pada 2026 apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana.
Namun, jika belum memungkinkan, pelaksanaannya diproyeksikan dimulai pada 2027.
“Ini masih dikaji, mudah-mudahan kalau memang tidak ada halangan di tahun 2026 ini mungkin kita bisa mulai. Kalaupun memang tidak, kita bisa di tahun 2027 itu kelihatannya,” katanya.
Djoni memastikan pengembangan Tanjung Pendam nantinya tetap mengacu pada master plan yang telah disusun sebelumnya.
Artinya, desain yang telah direncanakan tidak akan keluar dari konsep utama pengembangan kawasan.
“Desainnya mungkin sudah pernah kita sampaikan di videotron. Kurang lebihnya seperti itu,” ujarnya.

Komentar