Belitung
Home » Berita » Akhiri Keluhan Pengendara, PUPR Belitung Tambal Jalan Berlubang di Sejumlah Titik Strategis Tanjungpandan

Akhiri Keluhan Pengendara, PUPR Belitung Tambal Jalan Berlubang di Sejumlah Titik Strategis Tanjungpandan

Tampak para pekerja melakukan penambalan jalan berlubang di Jalan Gajah Mada, Tanjungpandan, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan rutin jalan yang dilaksanakan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. (BilitonNews.co/Gumay)

BILITONNEWS.CO, TANJUNGPANDAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belitung melalui Bidang Bina Marga kembali melaksanakan kegiatan perawatan rutin berupa penambalan lubang jalan di sejumlah ruas jalan utama di wilayah Tanjungpandan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan akibat kerusakan permukaan jalan, terutama pada ruas yang memiliki tingkat mobilitas kendaraan cukup tinggi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pekerjaan perbaikan difokuskan pada sejumlah titik strategis, di antaranya kawasan Terminal Tanjungpandan, ruas jalan di sekitar Masjid Auri, Perumahan Auri, Jalan Kamboja, Jalan Gajah Mada, serta kawasan Gang Pangkas dan Gang Sepakat.

Sejumlah lubang jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat mulai ditangani melalui kegiatan penambalan guna mengembalikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat.

Salah seorang pekerja di lokasi, Pandi, menjelaskan bahwa kegiatan penambalan tersebut telah berlangsung selama tiga hari dan ditargetkan rampung pada Sabtu (13/6/2026), menyesuaikan kondisi pekerjaan di lapangan.

Secangkir Kopi, Sejuta Emosi: Kupi 33 Ajak Warga Belitung Nikmati Demam Piala Dunia 2026

“Mulainya tiga hari yang lalu. Mungkin hari ini terakhir. Ini pekerjaan penambalan,” ujar Pandi kepada BilitonNews.co, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pemeliharaan jalan yang dilaksanakan oleh pihak subkontraktor konstruksi.

Meski ketersediaan material dan volume pekerjaan terbatas, tim pelaksana tetap berupaya mengoptimalkan hasil perbaikan dengan memprioritaskan titik-titik kerusakan yang dinilai paling mendesak untuk ditangani.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer