BILITONNEWS.CO, BELITUNG — Nama programnya besar. Janjinya untuk menggerakkan ekonomi desa. Namun di Pulau Seliu, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) justru dihadapkan pada persoalan yang terdengar sederhana, tetapi bisa menjadi penentu hidup-matinya koperasi, yaitu kendaraan operasional.
Sudah sekitar satu setengah tahun berjalan, KDMP Pulau Seliu disebut masih belum mendapatkan kepastian fasilitas tersebut. Ironisnya, pengurus disebut harus menggunakan kendaraan pribadi dan modal sendiri untuk menjalankan aktivitas koperasi.
Kepala Desa Seliu, Edyar, bahkan melontarkan peringatan keras.
“Kalau kendaraan operasional itu tidak kami dapatkan, KDMP Pulau Seliu akan terancam bubar.” Kata Edyar dalam wawancara dengan BilitonNews.co, Kamis (24/9/2026) malam.
Pernyataan itu membuka pertanyaan yang jauh lebih besar, sejauh mana program Koperasi Desa Merah Putih benar-benar hadir sampai ke desa kepulauan.
Bagi Pulau Seliu, kendaraan bukan sekadar fasilitas tambahan. Distribusi barang membutuhkan perjalanan laut dan darat. Tanpa kendaraan operasional, biaya dan beban kerja pengurus otomatis bertambah.
Namun justru di tengah kondisi tersebut, pemerintah desa mempertanyakan mengapa KDMP Pulau Seliu belum memperoleh fasilitas yang mereka anggap dibutuhkan untuk menjalankan program.
Edyar mengaku mendapat informasi bahwa ada koperasi yang baru memiliki bangunan tetapi sudah memperoleh kendaraan operasional.
Jika informasi itu benar, apa dasar penentuan penerima fasilitas, apa kriterianya, dan siapa yang menentukan prioritas.

Komentar