Advertisement
Belitung
Home » Berita » Seminggu Tak Melaut, Nelayan Baro Belitung Terpaksa Parkirkan Perahu, Pertalite Langka: Dapur Kami Terancam

Seminggu Tak Melaut, Nelayan Baro Belitung Terpaksa Parkirkan Perahu, Pertalite Langka: Dapur Kami Terancam

Rustam, nelayan sekaligus anggota Forum Nelayan Baro (FNB), saat ditemui di Pelabuhan Baro, Tanjungpandan, Belitung, Selasa (22/9/2026). Ia mengungkapkan, dirinya bersama nelayan lainnya terpaksa tidak melaut selama sekitar satu pekan akibat sulitnya mendapatkan BBM jenis Pertalite. (Istimewa)

BILITONNEWS.CO, BELITUNG — Laut yang biasanya menjadi tempat menggantungkan harapan kini hanya bisa dipandangi para nelayan di Pelabuhan Baro, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung.

Sudah sekitar satu pekan, sejumlah nelayan di kawasan tersebut terpaksa tidak melaut.

Perahu-perahu yang biasanya meninggalkan dermaga untuk mencari ikan kini terparkir.

Bukan karena hasil laut sedang sepi.

Bukan pula karena cuaca.

Seminar YBWC Belitung di SMAN 1 Sijuk Bahas Seks Bebas, Pernikahan Dini hingga Literasi Keuangan

Persoalannya adalah bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang sulit diperoleh.

Kondisi tersebut membuat aktivitas perekonomian para nelayan di Pelabuhan Baro untuk sementara lumpuh.

Ketua Forum Nelayan Baro (FNB), Erwin, menyampaikan kondisi itu setelah mendatangi dan memantau langsung situasi di pelabuhan, sekaligus berkomunikasi dengan sejumlah nelayan.

Salah satunya Rustam, nelayan yang juga merupakan anggota FNB.

Rustam mengatakan dirinya bersama nelayan lainnya terpaksa memarkirkan perahu yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian sehari-hari.

Suara Masyarakat Mengantar Femi Istiqosah, Ini Harapan Edyar untuk Desa Seliu

Pasalnya, bahan bakar untuk mengoperasikan genset kapal tidak tersedia di tingkat pedagang eceran.

“Sudah seminggu kami tidak turun ke laut. Genset perahu ini mutlak pakai Pertalite, sementara di eceran kosong. Mau tidak mau harus menunggu uluran atau pasokan yang ada,” ujar Rustam, Selasa (22/9/2026).

Menurut Rustam, kondisi tersebut bukan hanya membuat aktivitas melaut terhenti.

Lebih jauh, penghasilan nelayan ikut terputus.

Sementara kebutuhan rumah tangga tetap berjalan.

Pilkades Belitung 2026 Digelar di 13 Desa, Ini Daftar Nama Peraih Suara Sementara

Dapur harus tetap mengepul, kebutuhan anak harus dipenuhi, dan berbagai keperluan keluarga tidak bisa ikut berhenti hanya karena nelayan tidak dapat melaut.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *