Teknologi
Home » Berita » PLN Beri Promo Tambah Daya 50 Persen di GIIAS 2026, Permudah Masyarakat Pakai Kendaraan Listrik

PLN Beri Promo Tambah Daya 50 Persen di GIIAS 2026, Permudah Masyarakat Pakai Kendaraan Listrik

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) saat mengunjungi booth PLN di ajang GIIAS 2026. Darmawan menegaskan, pertumbuhan kendaraan listrik harus diiringi dengan pengembangan ekosistem yang semakin andal agar masyarakat semakin mudah beralih menuju mobilitas rendah emisi. (ist/BilitonNews)

BILITONNEWS.CO  — PT PLN (Persero) menghadirkan promo spesial tambah daya listrik bagi masyarakat yang berkunjung ke Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Program ini memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk meningkatkan kapasitas listrik hingga 7.700 Volt Ampere (VA) dengan harga lebih hemat 50 persen, khususnya untuk mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di rumah.

Promo tersebut berlaku hingga 9 Agustus 2026. Pelanggan yang ingin menikmati program ini cukup mengunjungi booth PLN di Hall 8 selama penyelenggaraan GIIAS 2026, melakukan check-in melalui aplikasi PLN Mobile, kemudian mengklaim e-voucher promo tambah daya yang tersedia.

Kehadiran PLN dalam ajang otomotif nasional tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Melalui penguatan infrastruktur pengisian daya, layanan digital terintegrasi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, PLN terus mendorong percepatan transisi energi menuju mobilitas rendah emisi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Puluhan Tahun Timah Mengalir dari Bangka Belitung, Aktivis Pertanyakan Kapan Rakyat Rasakan Manfaatnya

Pada Semester I 2026, penjualan kendaraan listrik mencapai 117 ribu unit atau tumbuh 69,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Satu dari setiap empat mobil penumpang yang dibeli oleh masyarakat Indonesia sudah terelektrifikasi. Padahal, lima tahun yang lalu angka itu belum terbaca sama sekali,” ujar Agus.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer