Advertisement
News
Home » Berita » PMKRI Soroti Darurat TPPO, Dorong Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

PMKRI Soroti Darurat TPPO, Dorong Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Alumni PMKRI bersama DPC PMKRI Jakarta Barat foto bersama di House of D’Light & Seven Grain, Tomang, Jakarta Barat, Sabtu (23/6/2026). (Istimewa)

BILITONNEWS.CO, JAKARTA – Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) bersama DPC PMKRI Jakarta Barat menggelar diskusi publik bertajuk “Mencegah TPPO, Wujudkan Pekerja Migran Indonesia yang Aman dan Bermartabat” di House of D’Light & Seven Grain, Tomang, Jakarta Barat, Sabtu (23/6/2026).

Kegiatan Sharing Session (III) ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dinilai telah menjadi ancaman serius bagi kemanusiaan, khususnya terhadap pekerja migran Indonesia.

Dalam pemaparannya, Tenaga Ahli Kementerian HAM RI Bidang Human Trafficking sekaligus Alumni PMKRI Cabang Jakarta, Gabriel G Sola, menyebut Indonesia saat ini menghadapi kondisi darurat perdagangan orang. Menurutnya, praktik TPPO terus berkembang dengan memanfaatkan persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan, faktor seperti kemiskinan, lilitan utang, hingga rendahnya kemampuan literasi digital membuat masyarakat rentan menjadi sasaran sindikat perdagangan orang. Modus yang kerap digunakan adalah tawaran pekerjaan palsu melalui platform digital dan media sosial.

Gabriel menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor atau pendekatan hexahelix dalam menangani persoalan tersebut.

PT Timah Serahkan Bantuan Sapi Kurban kepada PWI Belitung pada Idul Adha 1447 H

Selain penguatan hukum, ia juga menilai pemberdayaan ekonomi bagi korban dan penyintas TPPO menjadi langkah penting agar mereka tidak kembali terjebak dalam praktik eksploitasi.

Sementara itu, perwakilan Alumni PMKRI, Christopher Nugroho, mengungkapkan keprihatinannya atas meningkatnya jumlah pekerja migran Indonesia yang menjadi korban perdagangan orang. Ia menilai penanganan TPPO membutuhkan keterlibatan semua pihak secara serius dan berkelanjutan.

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *