BILITONNEWS.CO, JAKARTA – Ibu Hj Dr (HC) Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid menyampaikan bahwa berbagai bencana yang terjadi di tengah masyarakat dapat dimaknai dalam tiga perspektif spiritual, yakni sebagai peringatan, ujian, maupun hukuman dari Allah.
Hal tersebut disampaikan Shinta Nuriyah saat memberikan tausiyah Ramadan dalam acara buka puasa bersama yang diselenggarakan Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Aula Henri Soetio, Gedung KWI, Jalan Cut Mutiah 10, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, istri almarhum Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu mengajak masyarakat untuk merenungkan makna bencana yang terjadi.
Menurutnya, jika bencana merupakan peringatan dari Allah, maka manusia perlu memohon petunjuk agar mampu memahami pesan yang terkandung di dalamnya.
Ia juga menjelaskan bahwa bencana dapat menjadi ujian bagi manusia. Setiap orang, katanya, pasti akan menghadapi ujian dalam hidupnya, dan mereka yang mampu melaluinya dengan baik akan memperoleh peningkatan derajat.
“Tidak ada manusia yang tidak diuji. Yang mampu melewati ujian dengan baik tentu akan mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, jika bencana merupakan bentuk hukuman dari Allah, Shinta mengajak masyarakat untuk memperbanyak pertobatan dan meningkatkan keimanan.
Ia berharap masyarakat memohon ampun agar berbagai kesulitan yang terjadi dapat segera diangkat.
Dalam tausiyahnya, Shinta Nuriyah juga menyampaikan keprihatinan terhadap situasi yang terjadi di masyarakat.
























