Berdasarkan informasi dari pihak SPBU, kelangkaan pertalite di Kabupaten Belitung disebabkan oleh keterlambatan kapal pengangkut BBM.
Keterlambatan distribusi ini berdampak langsung pada stok di SPBU, sehingga tidak mampu memenuhi tingginya permintaan masyarakat.
Sementara itu, seorang warga pemilik kendaraan roda empat, Mansyur (43) mengeluh, karena ingin mengisi bahan bakar mobilnya dengan BBM jenis pertalite harus berpikir dua kali, karena SPBU kondisi ditutup pintu besi dan satu SPBU lagi memajang plank “Maaf!! Pertalite Sedang Dalam Perjalanan.โ
“Kalau kondisi BBM di daerah Kabupaten Belitung ini kerap terjadi kekosongan, masyarakat kecewa dan rugi karena tidak bisa beraktivitas untuk melaksanakan kegiatan karena kosongnya BBM,” ungkapnya.
Pengakuan yang sama dilontarkan sejumlah pemilik sepeda motor.
Mereka berniat ingin mengisi BBM di SPBU, namun tenyata tidak ada alias kosong, sehingga menimbulkan kekecewaan dan rasa geram.
Keluhan senada juga diungkapkan, Muklis warga Kelurahan Paal Satu Tanjungpandan, mengaku kesal dengan kekosongan bahan bakar pertalite ini karena tidak bisa beraktivitas.
“Ketepatan minyak pertalite di tangki sepeda motor hanya tersisa sedikit hanya bisa sampai ke SPBU, eh ternyata SPBU ditutup dengan pintu pagar besi,” keluhnya.
Ia mengatakan mencari BBM jenis pertalite dua hari belakangan ini sudah mulai sulit, entah apa penyebabnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pertamina terkait penyebab pasti kelangkaan maupun kapan distribusi BBM akan kembali normal.















































Komentar