
Saat hujan turun, persoalan semakin parah. Sistem drainase yang tidak optimal menyebabkan air menggenangi jalan dan trotoar. Lubang-lubang yang tertutup air serta permukaan licin akibat rumput liar menjadi ancaman tersembunyi bagi pejalan kaki.
“Kalau hujan, air naik ke jalan. Trotoar tidak kelihatan karena sudah rusak dan penuh rumput. Orang pasti pilih jalan di aspal, walaupun berisiko,” keluh warga lainnya.
Ironisnya, Jalan Gajah Mada merupakan salah satu kawasan strategis di Tanjungpandan yang dekat dengan pusat aktivitas pemerintahan, serta berdekatan dengan rumah dinas Bupati. Namun kondisi fasilitas publik di kawasan ini justru jauh dari kata layak.
Warga pun mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menata wajah kota, terutama di area yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
“Ini jalan ramai, dekat pasar, dilalui pelajar setiap hari. Harusnya jadi prioritas. Jangan sampai dibiarkan terus seperti ini,” ujar seorang warga.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan trotoar secara menyeluruh, membersihkan rumput liar, serta menata kembali kawasan pasar agar tidak mengganggu hak pejalan kaki. Pembenahan drainase juga dinilai mendesak untuk mencegah genangan yang memperparah kerusakan.
Bagi masyarakat, trotoar bukan sekadar pelengkap infrastruktur, melainkan hak dasar yang harus dijaga. Ketika trotoar hilang fungsinya, maka keselamatan pejalan kaki, terutama generasi muda ikut terabaikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan di kawasan tersebut.

















































Komentar