Belitung
Home ยป Berita ยป Trotoar Terlupakan di Jalan Gajah Mada Tanjungpandan, Pelajar dan Warga Berebut Ruang dengan Kendaraan

Trotoar Terlupakan di Jalan Gajah Mada Tanjungpandan, Pelajar dan Warga Berebut Ruang dengan Kendaraan

Sejumlah titik trotoar di Jalan Gajah Mada, Tanjungpandan, Sabtu (4/4/2026), mengalami kerusakan parah, berlubang dan tertutup rumput liar, sehingga tidak lagi layak digunakan. (Bilitonnews.co/Gumay)

BILITONNEWS.CO, TANJUNGPANDAN – Riuh aktivitas pasar pagi di Jalan Gajah Mada, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, setiap harinya menjadi nadi kehidupan warga. Pedagang sayur berjajar, pembeli lalu-lalang membawa kebutuhan rumah tangga, sementara kendaraan terus mengalir tanpa henti.

Namun di balik kesibukan itu, terselip persoalan serius yang luput dari perhatian, trotoar pejalan kaki yang rusak, tertutup rumput, dan nyaris tak berfungsi.

Akibatnya, para pelajar dan warga terpaksa berjalan di bahu jalan, berbagi ruang dengan kendaraan yang melintas. Situasi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi trotoar yang memprihatinkan. Di beberapa titik, permukaan trotoar tampak berlubang dan tidak rata. Bahkan, sebagian besar sudah tertutup rumput liar, menandakan minimnya perawatan dari pihak terkait.

โ€œTrotoar ini sudah lama tidak diperhatikan. Sekarang malah ditumbuhi rumput, jadi tidak bisa dipakai sama sekali,โ€ ujar Mardi, warga setempat.

Di Balik Pasir Putih Belitung: Anak-anak Bekerja, Ibu Menunggu, Harapan Terkubur Ombak

Kondisi semakin kompleks karena lokasi tersebut berdekatan dengan kawasan pasar pagi. Aktivitas jual beli yang padat kerap meluber hingga ke area trotoar, membuat ruang pejalan kaki semakin sempit bahkan hilang.

Setiap pagi, pemandangan pelajar berjalan di tepi jalan raya menjadi hal biasa. Dengan tas di punggung, mereka harus ekstra waspada menghadapi kendaraan yang melaju di sisi mereka.

โ€œAnak-anak sekolah kasihan, harus jalan di pinggir jalan. Apalagi kalau ramai pasar, jalan dijadikan lahan parkir kendaraan makin sempit. Sangat berbahaya,โ€ tambah Mardi.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *