“Kolaborasi dengan pelaku usaha yang lain, bersinergi dengan pemda kabupaten, pemerintah provinsi, KADIN, BUMN hingga perbankan. Selain itu anggota juga harus inovasi, karena produk kita bisa terjual kalau kita ada inovasi,” katanya.
“Apalagi di era digital sekarang ini, pengurus IWAPI harus serba digital. Untuk sinergi segera dengan pemda, dinas, koperasi, disperindag, dinas pariwisata, PU, ketahanan pangan. Mereka ada program pelatihan yang tidak berrbayar, sehingga IWAPI bisa diuntungkan dengan program ini,” tambahnya.
Dikatakannya, semua itu bisa didapatkan dari dinas terkait dan tidak berbayar. Maka pengurus IWAPI harus jemput bola ke dinas-dinas untuk bersinergi dengan program ini.
“IWAPI bukan arisan, hanya kumpul-kumpul, tapi bagaimana kita menjual produk melalui platform digital,” katanya.
Wakil Bupati Belitung, Syamsir berharap agar kolaborasi antara pemda dan IWAPI ke depan slalu tercipta. Percepatan pembangunan Belitung harus sinergi dengan pengusaha perempuan Indonesia.
“Belitung itu luar biasa, kemandirian Beltung yang luar biasa karena ditopang dengan kepengurusan IWAPI yang luar biasa. Ini terus dikolaborasikan, apa yang bisa kita dikolaborasikan nantinya,” kata Syamsir.
Sedangkan Zainudin, pengurus KADIN Belitung mengatakan, ada tiga hal yang menjadi perhatian KADIN Belitung. Yang pertama meninggkatan sinergi dengan pemkab dalam pengembanggan UMKM dan sektor-sektor strategis Belitung.
“Kedua mendukung program pendidikan dan pelatihan serta pendampingan usaha demi memperkuat kapasitas pelaku usaha perempuan. Keiga, membangun jejaring dan kolaborasi agar produk-produk Belitung naik kelas baik di pasar regional maupun nasional,” katanya. (bilitonnews.co/tedja pramana)















































Komentar